Jumat, 27 Januari 2012

Consolidated Social Strukture

Struktur sosial masyarakat disebut consolidated apabila terjadi tumpang-tindih parameter, sehingga terjadi  penguatan identitas keanggotaan para warga masyarakat di dalam kelompok sosial. Sebuah kelompok sosial merupakan wadah orang-orang yang satu ras, satu suku bangsa, atau satu agama. Penajaman identitas akan terjadi  seperti kelompok A merupakan kelompok orang-orang Jawa, kelompok B merupakan kelompok orang-orang Sumatera, dan kelompok C adalah kelompok orang-orang sunda.

Struktur sosial yang terkonsolidasi berfungsi menghambat proses intergrasi sosial dalam masyarakat majemuk karena terjadinya penguatan identitas yang dalam batas-batas tertentu dapat mempertajam prasangka antara ras, suku bangsa, dan agama yang berbeda.
Penajaman prasangka akan lebih nyata apabila diantara ras, suku bangsa, dan agama yang berbeda itu terjadi pula perbedaan peluang untuk memperoleh kesempatan dalam proses-proses ekonomi dan politik. Akibatnya timbul kesenjangan sosial dan ekonomi. Kasus-kasus kerusuhan di beberapa kota di Indonesia dapat kita jadikan gambaran struktur yang terkonsolidasi dan penajaman prasangka akibat kesenjangan ekonomi.
Di Indonesia pernah terjadi konflik antara dua etnis, yaitu orang etnis Cina yang memeluk agama nonmuslim yang menguasai aktifitas ekonomi modern, bahkan menjadi majikan, dan menempati status ekonomi atas, aktifitas ekonomi tradisional, menjadi buruh dan menempati status ekonomi bawah. Ketika terjadi konflik antarburuh dengan majikan, konflik tersebut menjadi luas karena adanya penguatan identitas akibat dari tumpang-tindih parameter keanggotaan dalam kelompok sosial. Konflik buruh majikan akhirnya berubah menjadi konflik agama, yaitu muslim melawan nonmuslim atau konflik etnis pribumi dengan etnis Cina nonpribumi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar